My scribbles

Showing posts with label Current issues. Show all posts
Showing posts with label Current issues. Show all posts

Tuesday, October 13, 2009

Kartika : Mystery of canning



Kartika Sri Dewi Shukarno's act of drinking alcohol in front of the public while in Cherating sparks mixed reactions among Malaysians.

The Kuantan Syariah court gas ordered 6 cannings for Kartika as a punishment of her immoral act.

The truth is 6 cannings are not according to Hudud. Syariah's law imposed 40 or 80 cannings to teach alcoholic drinkers some manners.. It is under Malaysian authority as to give 6lashes to Kartika as a lesson. She also paid RM5000 fine.

SIS disagree with the anactment hence filed a suit against the judgement. 'This does not symbolises Malaysia as a leading moderate islamic country..SIS said.

On what ground should Malaysia behaves to make a muslim's country?

The ugly truth is that her punishment was politicised.

While she was going to the jail to be canned, a mysterical 'order' came as to delay the punishment so that she can plead for lighter sentence.



Does'nt this sounds awkward?

Certainly does.

The question is, for what reason does islam prohibits alcohol?

In his book Al-Halal wal Haram fil Islam (The Lawful and the Prohibited in Islam) Sheikh Yusuf Al-Qaradawi states the following:

The first declaration made by the Prophet (peace and blessings be upon him) concerning this matter was that not only is Khamr (wine or alcohol) prohibited but that the definition of Khamr extends to any substance that intoxicates, in whatever form or under whatever name it may appear. Thus, beer and similar drinks are haram.


The Prophet (peace and blessings be upon him) was once asked about certain drinks made from honey, corn, or barley by the process of fermenting them until they became alcoholic. The Prophet (peace and blessings be upon him) succinctly replied, "Every intoxicant is Khamr, and every Khamr is haram." Reported by Muslim.)

And `Umar (may Allah be pleased with him) declared from the pulpit of the Prophet (peace and blessings be upon him) that "Khamr is that which befogs the mind." (Reported by Al-Bukhari and Muslim.)


If Khamr befogs mind, what do you think a model with a befogged mind could possibly do?

She will start talking nonsense, bumping on others, behave erratically and not surprisingly will end up commiting other haram things.

Thats why islam give a clear cut sentence to anyone who drinks alcohol.

Islam takes an uncompromising stand in prohibiting intoxicants, regardless of whether the amount is little or much. If an individual is permitted to take but a single step along this road, other steps follow; he starts walking and then running, and does not stop at any stage.



That is why the Prophet (peace and blessings be upon him) said, "Of that which intoxicates in a large amount, a small amount is haram." (Reported by Ahmad Abu Dawud and At-Tirmidhi.) And again, "If a bucketful intoxicates, a sip of it is haram." (Reported by Ahmad, Abu Dawud and At-Tirmidhi.)

Stop politicise thing. Practise islam accordingly. fullstop.

Wednesday, August 5, 2009

Marwa Al Sharbini vs MJ

Sedih. Miris. Itulah yang saya rasakan ketika melihat tayangan pemakaman the King of Pop, Michael Jackson yang begitu gegak gempita di televisi-televisi kita sepanjang hari kemarin. Beberapa stesyen tv bahkan bela-belain menayangkan tayangan eksklusif langsung dari AS acara penghormatan terakhir bagi si Raja Musik Pop sampai pagi ! Dan entah berapa juta mata masyarakat Indonesia dan Malaysia yang rela menahan ngantuk demi menyaksikan acara itu.


Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia. Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung pemakaman seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena mempertahankan jilbabnya. Marwa Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang sedang mengandung tiga bulan, wafat akibat ditikam sebanyak 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan anti-Muslim. Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di televisi-televisi Indonesia/Malaysia, negara yang majoriti penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa.




Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa ke tempat peristirahatannya yang terakhir, memang tidak sebanyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa adalah lambang jihad seorang muslim. Marwa mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski untuk itu ia kehilangan nyawanya.




Marwa ditikam di ruang sidang kota Dresden, Jerman saat akan memberikan kesaksian atas kesnya. Ia mengadukan sorang pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya “teroris” hanya karena ia mengenakan jilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas jilbab Muslimah asal Mesir itu. Di persidangan itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia menikam Marwa berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha melindungi isterinya, malah terkena tembakan kaparat keamanan pengadilan yang berdalih tak sengaja menembak suami Marwa yang kini dalam kondisi kritis di rumah sakit Dresden.

Peristiwa Berita ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeda jika yang menjadi korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.

Itulah sebabnya, mengapa di tv-tv kita kemarin cuma dipenuhi dengan pemberitaan seputar pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru itu. Tak ada berita pemakaman syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan “Pahlwan Jilbab”. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangis kaum muslimin dunia untuknya. Tapi tak mengapa Marwa … karena engkau akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya. Seiring doa dari orang-orang yang mencintaimu. Selamat jalan saudariku, maafkan kami jika kurang peduli …

Monday, January 19, 2009

Sekitar pilihanraya Kuala Terengganu 2009




Baru baru ini berlangsung perang pilihanraya di kawasan ana, Kuala Terengganu antara calon yang dipertandingkan adalah Dato Wan Ahmad Farid ( BN ) dengan Mohd Abdul Wahid Endut( PAS ). Sememangnya bila dikatakan pilihanraya di msia ni sebenarnya adalah perang poster and bendera. Sepanjang jalan dilihat kain kain rentang yang menggambarkan kepartian masing2. Bila diukur dari sepanjang2 jalanraya di Kuala Terengganu, mau dikatakan kedua2 belah parti berhabis jutaan ringgit utk memperkenalkan calon masing2 pada penduduk setempat.

Ana agak baru dengan suasana politik msia, tapi tidaklah mahu hanya menjadi pemerhati kepada senario yang berlaku di tempat ana ni. Jadi sepanjang jalan dari hospital K tganu menuju ke rumah simpang Kuala Berang ana sibuk memerhatikan kain rentang. Impian di hati nak mengenali kedua2 calon yang bertanding. Malangnya ana tidak menemukan gambar calon parti pembangkang. Yang ada di merata2 adalah gambar calon BN , Najib, dan Abdullah Badawi. Dalam hati terdetik juga, amboi banyak juga duit mereka2 ni. siap berposing2 dalam poster sepanjang jalan!

Malahan banyak juga ditunjukkan poster calon meranduk air banjir utk bertemu rakyat, bersimpuh bersama makcik2 di atas tikar mengkuang utk memperlihatkan keprihatinan menangani isu rakyat. Yang paling ketara adalah penambahbaikan jalan raya yang sedia ada di sepanjang jalan besar Kuala Terengganu. Ana dan zaujiy berfikir kalaulah duit yang ada boleh dibelanjakan utk mengupgrade jalan2 dan parit2 utk persediaan banjir di Kuala Terengganu mungkin lebih besar manfaatnya kepada penduduk tempatan. Kalau dilihat di sekitar Gong Badak / Batu Rakit , selalu sangat penduduk kampung dilanda banjir kerana kurangnya sistem perparitan yang berkesan.

Adapun pada 6hb Januari, tarikh penamaan calon telah diadakan di khemah / bangunan yang dibuat bersebelahan jalan masuk Hospital besar. Jangan dikenangkanlah sebegitu ramai polis / tentera/ FRU ditempatkan di parking2 yang ada. Mereka juga diberikan tempat penginapan di sepanjang pantai batu buruk. Mengikut kata kawan ana, memang habislah semua rumah sewa/ chalet / tumpangan / hotel/ motel yang akan diisi oleh polis2 ni. Yang mengagumkan ana, mereka sempat membina kemah2 yang besar2 sepanjang jalan di Bukit Payong utk dijadikan pos pengawal. Selain itu disediakan satu restoran khas yang akan menghidangkan makanan secara percuma kepada polis yang bertugas. Betapa banyaknya duit yang telah diberikan untuk pilihanraya ni.

Masa 6hb tu pengurusan hospital juga tergendala. Pesakit2 takde tempat utk meletak kenderaan ( kerana kesemuanya telah digunakan oleh trak2 polis dan motor2 besar mereka). Kwan2 ana terpaksa parking jauh di astaka ( selepas bulatan besar batu bersurat) dan terpaksa berjalan kaki ke hospital kerana tiada parking. Sampaikan ibu bapa pesakit ana terpaksa meninggalkan anak yang sakit dalam kereta kerana jauhnya berjalan..

Mengejutkan sekali apabila yang menang adalah pihak pembangkang.

drfatiha